PENGGUNAAN PAKLOBUTAZOL PADA KLON KARET DI TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM)

Authors

  • martha sihaloho Universitas Amir Hamzah

Keywords:

Paklobutazol, Tanaman Karet (TBM)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan klon yang lebih cepat disadap dengan penggunaan paklobutrazol.Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Tersarang (Nested Design) dua faktor  yaitu faktor klon  dan faktor paklobutrazol. Faktor klon (K) terdiri dari 5 taraf yaitu; K1 = Klon PB 260, K2= Klon PB 330 dan K3 =Klon PB 340, K4 = Klon IRR 107 dan K5 = Klon IRR 5. Faktor ketiga adalah paklobutrazol (P) terdiri dari 3 taraf  yaitu; P0 = Kontrol (tanpa paklobutrazol), P1 = (500 ppm) melalui tanah dan P2 = (500 ppm) aplikasi melalui daun.Parameter yang diamaiti dalam penelitian ini adalah Tinggi tanaman (m), Lilit Batang (cm), Tebal Kulit (mm), Luas per Daun, Jumlah Klorofil (buah/mm2), Jumlah pembuluh lateks (buah), Diameter pembuluh lateks (µ). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antar klon yang diuji pada parameter pertambahan tinggi tanaman,  lilit batang, tebal kulit, luas daun, jumlah pembuluh lateks, diameter pembuluh lateks . Klon PB 330 dan IRR 5 lebih cepat umur matang sadapnya dibandingkan dengan klon lainnya ditandai dengan ukuran lilit batang berkisar ± 46.28 cm  dan 46.15 cm. Aplikasi paklobutrazol melalui tanah pada masing-masing klon dapat menekan pertambahan tinggi tanaman, tetapi meningkatkan pertambahan lilit batang, jumlah pembuluh lateks dan diameter pembuluh lateks. Aplikasi paklobutrazol melalui tanah pada klon IRR 5 dapat meningkatkan pertambahan lilit batang lebih besar sehingga dapat mempercepat matang sadap (ukuran lilit batang berkisar ± 46.50 cm).

 

 

Published

2021-10-15