https://jurnal.unhamzah.ac.id/index.php/jago/issue/feedJurnal Agrotek Unham2021-10-15T07:48:29+00:00Open Journal Systems<p>Jurnal Agrotek Unham (Jago) adalah jurnal Penelitian bidan Pertanian yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Amir Hamzah dengan jadwal terbit pada bulan Januari dan Juni</p>https://jurnal.unhamzah.ac.id/index.php/jago/article/view/21PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK DAN PEMBERIAN PUPUK PHOSPAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)2021-10-04T08:37:30+00:00Eliakim Purbaeliakim_purba@yahoo.com<p><em>Tujuan penelitian ini untuk mengentahui pengaruh pemangkasan pucuk dan pemberian pupuk phospat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun, serta interaksi keduanya.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua factor. Faktor pemangkasan pucuk tanaman mentimun (W) yang terdiri dari 3 taraf yaitu, W<sub>0</sub> (tanpa pemngkasan pucuk), W<sub>1</sub> (pemangkasan pucuk umur 21 hst) dan W<sub>2</sub> (pemangkasan pucuk umur 28 hst). Faktor pemberian pupuk phospat (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu, P<sub>0</sub> ( kontrol atau 0 kg/plot), P<sub>1</sub> (25 kg/ha atau 1,9 gram/plot) dan P<sub>2</sub> (50 kg/ha atau 3,6 gram/plot).Parameter pengamatan yang dilakukan yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah buah pertanaman, panjang buah persampel, berat buah persampel, berat buah perplot dan berat buah ton/ha. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari faktor pemangkasan pucuk berpengaruh nyata pada parameter pengamatan jumlah buah umur 40 HST, panjang buah umur 50 HST dan berat buah persampel 50 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari faktor pemberian pupuk phospat berpengaruh nyata pada parameter pengamatan jumlah buah umur 40 dan 50 HST, panjang buah umur 45 dan 50 HST, berat buah persampel 50 HST, berat perplot dan berat buah ton/ha. Interaksi antara kedua perlakuan terdapat pada parameter jumlah buah umur 40, 45, 50 HST, panjang buah umur 35, 40, 45, 50 HST berat buah persampel umur 35 dan 40 HST, berat buah perplot dan berat buah ton/ha.</em></p>2021-10-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2021 Jurnal Agrotek Unhamhttps://jurnal.unhamzah.ac.id/index.php/jago/article/view/22PENGGUNAAN PAKLOBUTAZOL PADA KLON KARET DI TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM)2021-10-04T08:52:28+00:00martha sihalohomarthahaloho0206@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan klon yang lebih cepat disadap dengan penggunaan paklobutrazol.</em><em>Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Tersarang (Nested Design) dua faktor yaitu faktor klon dan faktor paklobutrazol. Faktor klon (K) terdiri dari 5 taraf yaitu; K<sub>1 </sub>= Klon PB 260, K<sub>2</sub>= Klon PB 330 dan K<sub>3</sub> =Klon PB 340, K4 = Klon IRR 107 dan K5 = Klon IRR 5. Faktor ketiga adalah paklobutrazol (P) terdiri dari 3 taraf yaitu; P0 = Kontrol (tanpa paklobutrazol), P1 = (500 ppm) melalui tanah dan P2 = (500 ppm) aplikasi melalui daun.Parameter yang diamaiti dalam penelitian ini adalah Tinggi tanaman (m), Lilit Batang (cm), Tebal Kulit (mm), Luas per Daun, Jumlah Klorofil (buah/mm<sup>2</sup>), Jumlah pembuluh lateks (buah), Diameter pembuluh lateks (µ). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antar klon yang diuji pada parameter pertambahan tinggi tanaman, lilit batang, tebal kulit, luas daun, jumlah pembuluh lateks, diameter pembuluh lateks . Klon PB 330 dan IRR 5 lebih cepat umur matang sadapnya dibandingkan dengan klon lainnya ditandai dengan ukuran lilit batang berkisar ± 46.28 cm dan 46.15 cm. Aplikasi paklobutrazol melalui tanah pada masing-masing klon dapat menekan pertambahan tinggi tanaman, tetapi meningkatkan pertambahan lilit batang, jumlah pembuluh lateks dan diameter pembuluh lateks. Aplikasi paklobutrazol melalui tanah pada klon IRR 5 dapat meningkatkan pertambahan lilit batang lebih besar sehingga dapat mempercepat matang sadap (ukuran lilit batang berkisar ± 46.50 cm).</em></p> <p> </p> <p> </p>2021-10-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2021 Jurnal Agrotek Unhamhttps://jurnal.unhamzah.ac.id/index.php/jago/article/view/23PEMANFAATAN LIMBAH IKAN DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L)2021-10-04T08:56:39+00:00mazlina mazlinamadjidmazlina@gmail.com<p><em>Jagung manis (Zea mays saccharata L) merupakan salah satu tanaman pangan indonesia yang digunakan untuk bahan makanan pokok setelah padi dan gandum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah ikan dan biochar terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman jagung manis (Zea Mays saccharata L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu: faktor pertama adalah Biochar (B) terdiri dari 4 taraf yaitu B1 = Tanpa biochar (kontrol), B2 = Biochar 2,5 ton/ha = (281,25 g/plot), B3 = Biochar 5 ton/ha = (562,5 g/plot), dan B4 = Biochar 7,5 ton /ha = (843,75 g/plot). Faktor kedua adalah Limbah Ikan (L) terdiri dari 4 taraf yaitu, L1 = 0 ml= (kontrol), L2 = 50 ml (50 ml limbah air ikan + 1 Liter air), L3 = 100 ml = (100 ml limbah air ikan + 1 Liter air) dan L4 = 150 ml = (150 ml limbah air ikan + 1 Liter air). Hasil penelitian menujukkan bahwa biochar dan limabh ikan berpengaruh dalam meningktkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Kombinasi perlakuan terbaik dijumpai pada </em> <em> (biochar 7,5 ton/ha dan limbah ikan 150 ml/literair).</em></p>2021-10-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2021 Jurnal Agrotek Unhamhttps://jurnal.unhamzah.ac.id/index.php/jago/article/view/24RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata, L) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK DAUN DAN DOSIS TSP2021-10-04T09:02:46+00:00Wan Arfiani baruswanarfianibarus@umsu.ac.id<p><em>Tujuan penelitian </em><em>ini untuk mengetahuirespon pertumbuhan tanaman kacang hijau (Vigna radiata, L) pada berbagai jenis pupuk daun dan dosis TSP serta interaksi kedua perlakuan.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor</em><em>.Faktor </em><em>pertama jenis pupuk daun dengan notasi (J) yang terdiri dari 3 taraf yaitu J<sub>1</sub> = </em><em>Gandasil D</em><em>, J<sub>2 </sub>= Plant Catalyst</em><em> dan J<sub>3</sub> = Bayfolan</em><em>. Faktor </em><em>kedua dosis pupuk TSP dengan notasi (D) yang terdiri dari 4 taraf yaitu D</em><em><sub>0</sub></em><em> = 0 kg/ha (0 g/plot)</em><em>, D</em><em><sub>1</sub></em><em> = 50 kg/ha (4,5 g/plot)</em><em>, D</em><em><sub>2</sub></em><em> = 100 kg/ha (9 g/plot)</em><em> dan D</em><em><sub>3</sub></em><em> = 150 kg/ha (13,5 g/plot)</em><em>.Parameter yang diamati meliputi Tinggi Tanaman umur 15, 30 dan 45 HST, </em><em>Diameter Pangkal Batangumur 15, 30 dan 45 HST, </em><em>Jumlah Cabang Produktif, </em><em>Berat Biji Kering per Tanaman, Berat Biji Kering per Plot dan Berat 100 Butir Biji Kering.</em><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis pupuk daun berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 HST, berat biji kering per plot, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur (15 dan 30 HST), diameter pangkal batang umur (15, 30 dan 45 HST), jumlah cabang produktif dan berat biji kering per tanaman dan berat </em><em>biji kering per plot, sedangkan parameter lainnya berpengaruh tidak nyata. Perlakuan jenis pupuk daun terbaik adalah pupuk Plant Catalyst (J<sub>2</sub>).</em></p> <p><em> </em></p>2021-10-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2021 Jurnal Agrotek Unhamhttps://jurnal.unhamzah.ac.id/index.php/jago/article/view/25PENGARUH PERENDAMAN PADA SUHU AWAL YANG BERBEDA DAN SKARIFIKASI TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH KOPI (Coffea, sp)2021-10-06T07:58:19+00:00wiwik yunidawatiwiwikyunidawatii@gmail.com<p><em>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman suhu awal yang berbeda dan skarifikasi serta interaksi dari kedua perlakuan terhadap perkecambahan benihkopi.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor yaitu : faktor Suhu (S) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : S<sub>1</sub> (suhu 30<sup>0</sup> C), S<sub>2</sub> (suhu 60<sup>0</sup> C) dan S<sub>3</sub> (suhu 90<sup>0</sup> C).Faktor skarifikasi (M) yang terdiri terdiri dari 3 taraf yaitu : M<sub>0</sub> (tanpa perlakuan), M<sub>1</sub> (penggosokan) dan M<sub>2</sub> (penusukan).Untuk menggambarkan viabilitas benih kopi maka pengamatan parameter yang diamati meliputi : daya kecambah, potensi tumbuh, kecepatan tumbuh benih, indeks vigor dan panjang akar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu perendaman yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter pengamatan meliput</em><em>i daya kecambah daya kecambah, potensi tumbuh, keepatan tumbuh, indeks vigor dan panjang akar.Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan suhu perendaman 30<sup>0</sup>C (S<sub>1</sub>).Perlakuan skarifikasi berpengaruh sangat nyata terhadap potensi tumbuh benih kopi, berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya.Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan penggosokan(M<sub>1</sub>)</em><em>.Interaksi dari perlakuan suhu perendaman yang berbeda dan skarifikasi tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati</em><em>.</em></p>2021-10-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2021 Jurnal Agrotek Unham